Selasa, 15 November 2011

1. Makam Syeh Quro ( Pulau Bata )

SEJARAH SYECH QURO
PESANTREN PERTAMA DI JAWA BARAT
Syeh Quro bernama asli Syech Hasanuddin, putra ulama Perguruan Islam di Campa bernama Syech Yussuf Siddik yang masih garis keturunan Ulama Besar Mekkah Saudi Arabia. Bahkan menurut sumber lain garis keturunanannya sampai kepada Syaidina Husein bin Syaidina Ali ra, menantu Rosulullah SAW.
Menurut masyarakat Jawa, pesantren pertama di Jawa Barat adalah Pesantren Quro yang terletak di Tanjungpura Karawang Barat. Pesantren ini didirikan Syech Hasanuddin, seorang ulama dari Campa (Vietnam), pada tahun 1412 Saka atau 1491 Masehi. Karena pesantrennya bernama Quro, Syech Hasanuddin lebih dikenal dengan nama Syech Quro. Syech Hasanuddin beserta para pengiringnya turun di Karawang dan menetap di kota ini. Singgahnya Syeh Quro bersama para rombongannya dalam buku Rintisan Sejarah Masa Silam Jawa Barat terbitan 1983 disebut Pura Dalem. Artinya kota (pura) yang mempunyai kegiatan tugas pemerintah dibawah kewenangan jabatan Dalem. Rombongan Ulama tersebut menjungjung peraturan kota pelabuhan yang dikunjunginya. Sehingga aparat setempat menghormati dan memberikan izin untuk mendirikan mushola, pesantren dan tempat tinggal. Lokasi yang dipilih tidak jauh dengan pelabuhan Karawang yang sekarang disebut kota Tanjung Pura.

DITENTANG PENGUASA PADJADJARAN
Berdirinya pesantren menuai reaksi keras dari para resi. Pesatnya perkembangan ajaran Islam membuat para resi ketakutan agama mereka akan ditinggalkan. Kegiatan pesantren Quro yang lokasinya tidak jauh dengan Pelabuhan Karawang, rupanya kurang berkembang karena tidak mendapatkan dukungan dari Kerajaan Padjadjaran. Kemudian para santri yang sudah berpengalaman disebarkan kepedesaan terutama bagian selatan ke Pangkalan dan kebagian Utara ke Rawamerta, Cilamaya. Pengabdian Syech Quro dengan para santrinya dan para Ulama generasi penerusnya adalah "menyalakan pelita Islam", sehingga sinarnya memancarkan terus di bumi Karawang dan sekitarnya.
Syech Quro berhasil melewati semua tantangan tersebut dan terus mengembangkan agama Islam di Karawang sampai akhir hayatnya. Makam Syech Quro terletak di Dusun Pulobata Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Wadas Kabupaten Karawang. Lokasi makam penyebar agama Islam tertua, yang lebih dulu dibandingkan Wali Songo tersebut, berada sekitar 30 km ke wilayah timur laut dari pusat Kota Karawang.
Setiap malam Sabtu akhir bulan Syaban diperingati Haul Syech Quro. Setiap malam Sabtunya ribuan jemaah mengadakan zikir / tawasul akbar di makam Syech Quro di Dusun Pulobata Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Wadas Kabupaten Karawang. Namun demikian, kegiatan rutin tawasulan pun tetap dilaksanakan setiap malam Sabtu yang lebih dikenal dengan Malam Sabtu-an di Syech Quro Pulobata. Ribuan Jemaah tersebut selain berasal dari daerah sekitar juga berasal dari Subang, Bekasi, Purwakarta, Jakarta, Cirebon, Bandung, Bogor dan lain-lain.
Dikarenakan Raden Somaredja melakukan penelitian lebih lanjut tentang penemuan makam Syeh Quro tersebut, pada waktu itu bertepatan hari Jumat, malam Sabtu akhir bulan Rewah/Syaban tahun 1277 H /1859 M.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar